Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Namun, perubahan arah tidak selalu berarti kehilangan tujuan. Terkadang, justru dari perjalanan yang berbeda, seseorang menemukan kesempatan untuk bertumbuh dan mengenali potensi dirinya.
Hal inilah yang mewarnai perjalanan Putri Annisa Dewi Maharani yang akrab dipanggil Rani, alumni SMA Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) angkatan 2020. Setelah lulus, ia sempat menjalani gap year dan merelakan rencana keberangkatan ke Jerman akibat pandemi COVID-19. Ia kemudian kembali berusaha hingga berhasil lolos SBMPTN dan melanjutkan pendidikan S1 Farmasi di Universitas Airlangga.
“Namun, saya belajar bahwa ketika satu rencana tidak dapat terwujud, bukan berarti kesempatan lain ikut tertutup,” ungkap Rani.
Menjadikan Setiap Proses sebagai Ruang Bertumbuh
Selama kuliah, Rani tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif mengikuti kompetisi dan organisasi. Sejumlah prestasi berhasil diraihnya, di antaranya medali perak Indonesia International Invention Expo (IIIEX) 2024, juara pertama Pharmacy Educational Video Competition Pharmind UBAYA 2024, serta juara kedua Pharmacy Debate Competition Pharmacious UGM 2023.
Pada 2024, ia juga dipercaya menjadi Kepala Departemen Komunikasi dan Informasi BEM Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Berbagai pengalaman tersebut memberinya ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan tanggung jawab di luar ruang kuliah.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1 pada Juli 2025, Rani melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker di Universitas Airlangga. Ia berhasil menuntaskan pendidikan tersebut dengan predikat Summa Cum Laude.
Perjalanan akademiknya menjadi bagian dari proses panjang yang mengajarkannya untuk menghargai setiap pengalaman, sekaligus terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Nilai Thursina yang Terus Menyertai
Bagi Rani, Thursina menjadi salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan belajarnya. Ia membawa nilai kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat untuk terus memperbaiki diri dalam perjalanan setelah lulus.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang keberanian mengambil kesempatan dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi perubahan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang membantunya menjalani berbagai tantangan selama perkuliahan hingga pendidikan profesi.
“Thursina mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar tentang nilai akademik, melainkan juga tentang pembentukan karakter, keberanian mengambil kesempatan, dan kemampuan beradaptasi,” ungkapnya.
Semangat holistic and balanced education pun selaras dengan pandangannya bahwa pertumbuhan tidak hanya diukur melalui gelar atau penghargaan, tetapi juga melalui karakter dan manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Menapaki Perjalanan dengan Keyakinan
Rani percaya bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing. Ia menyampaikan pesan reflektif yang menggambarkan prinsip tersebut:
“You are allowed to grow at your own pace. You don't have to have everything figured out to be proud of how far you've come.”
Kepada para santri Thursina, ia juga berpesan, “Be curious, keep growing, and make yourself useful.”
Pesan itu menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan tidak berhenti pada satu pencapaian. Selalu ada ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, dan menghadirkan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.
Dari perubahan rencana setelah kelulusan hingga keberhasilannya menyelesaikan Pendidikan Profesi Apoteker dengan predikat Summa Cum Laude, Rani menunjukkan bahwa jalan yang berbeda tetap dapat membawa seseorang menuju masa depan yang bermakna. Sebab, yang terpenting bukanlah selalu berjalan sesuai rencana, melainkan terus bertumbuh dan menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk berkembang.


